Showing posts with label Sekedar Coretan. Show all posts
Showing posts with label Sekedar Coretan. Show all posts

Wednesday, May 6, 2015

Posted by Unknown On 8:31:00 PM
"Apalah arti sebuah nama?
Harum mawar tetaplah harum mawar.
Meskipun mawar berganti dengan nama lain, ia tetap bernilai sendiri, sempurna, dan harum tanpa harus bernama mawar."

Begitu kira-kira cuplikan tulisan dari Shakespeare dalam kisah Romeo dan Juliet.
Ungkapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Mawar akan tetap wangi walaupun ia tidak dinamai mawar.
Ini benar karena mawar tidak memiliki kesadaran yang kompleks seperti manusia.
Bagaimana jika seseorang dipanggil : "Nyet, monyet.. Kemarilah.."
Marahkah orang tersebut?
Ya, karena manusia memiliki kesadaran yang kompleks..
Monyet bukan lah pribadi orang tersebut..
Oleh karenanya, kita tidak bisa sembarang memberikan nama pada seseorang.
Nama yg diberikan harus memiliki IDEASI (arti/gagasan/harapan/doa) yang baik dan ENERGI yang selaras dengan tanggal lahir.
Posted by Unknown On 8:22:00 PM

Women are like apples on trees.
The best ones at the top of the tree.
The men dont want to reach for the good ones, because they are afraid of falling and getting hurt. Instead, they just get the rotten apples from the ground that arent as good, but easy.

So the apples at the top think something is wrong with them, when in reality they're amazing.
They just have to wait for the right man to come along, the one who's brave enough to climb all the way to the top.
Posted by Unknown On 8:17:00 PM
Everything you've done will become someone else memory.
The person might forget the exact words you said, but no way to make them forget the way you made them feel.

Saturday, February 14, 2015

Posted by Unknown On 3:07:00 PM


Awan itu punya Filosofi,
Karena bentuknya yang selalu berubah
Harus rela luruh menjadi rintik hujan
Bentuknya selalu berubah mengikuti hukum alam
Jatuh ke sungai
Mengalir ke laut
Terus menguap ke langit
Dan kembali menjadi awan lagi

Bukankah titik hujan tak pernah bertanya?
Kenapa mereka harus meninggalkan tatar langit?
Saat harus jatuh membasuh bukit.

Dari buku Larasati

Friday, January 30, 2015

Posted by Unknown On 3:05:00 AM
Aku lelah saat hidup tanpa arah
Aku lemas ketika masa depanku diukur dengan lembaran kertas
Warna jadi prioritas
Walau imitasi tak jadi masalah berarti
Yang penting nilai tinggi
Bisa kerja dapat posisi
Pintar dan pandai membodohi

Hari ini memang begini
Memang hidup sudah seperti ini
Yang penting pencitraan, bukan kecakapan
Yang penting formalitas, bukan kualitas
Walau masih banyak yang jujur, murni tanpa basa basi
Tapi tak bisa dipungkiri zaman sudah seperti ini

Masyarakat pun sudah banyak yang meng-amin ni
Sukses itu mesti kaya banyak harta, banyak dunia
Walau menghalalkan segala cara
Yang penting semua ada
Sukses itu pendidikan tinggi
Banyak ilmu dan teori
Walau tanpa aplikasi yang penting dihormati
Tapi memang itu yang dicari

Memang zaman sudah seperti ini
Akhlak sudah tak jadi pilihan
Moral sudah tak jadi ketertarikan
Yang penting perut terisi
Ngasih makan anak istri
Semua kebutuhan terpenuhi

Tapi memang itu yang dicari
Memang hidup sudah seperti ini
Manusia sudah banyak yang "buta"
Entah apa penyebabnya...
Entah apa obatnya...

Oh Tuhan,... kuberharap bisa berubah
Merubah semua yang salah
Agar hidup menjadi indah
Berkah dunia berkah akhirah.






Ditulis oleh : M. Engkos Kosasih, Januari 2015

Tuesday, January 20, 2015

Posted by Unknown On 1:08:00 PM
Pastinya kita pernah menyaksikan seorang anak kecil mengungkapkan sebuah impiannya di masa yang akan datang.Pernahkah kita berfikir, bahwa anak kecil dalam memimpikan impiannya, para anak selalu ber-orientasi kan pada sebuah pandangan, bahwa : "Aku akan melakukannya", bukan tentang "Aku bisa melakukannya(?)".

Friday, December 12, 2014

Posted by Unknown On 1:45:00 AM
Sering kali kita mendengar sebuah pepatah "Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari."
Namun seiring dengan perkembangan zaman dan pola fikir masa kini, pantun tersebut seharusnya diganti saja menjadi : "Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Jongkok, Lalu Mengingatkan Sang Guru Bahwa Kencing Berdiri itu Tidak Dianjurkan oleh Agama"

Friday, May 10, 2013

Posted by Unknown On 7:23:00 AM

   Terkadang, entah disadari atau tidak, Kita pernah mengalami suatu pemaksaan kehendak. Entah itu oleh orangtua, kakak, adik, sodara, sepupu, dan yang lainnya.

   Bagaimana perasaan kamu setelah mendapatkan pemaksaan kehendak tersebut?
Mungkin pemaksaan itu akan kamu anggap positif, jika apa yang dipaksakan terhadap kamu tersebut sesuai dengan kemampuan mu.

   Akan berbeda lagi persoalannya, apabila apa yang dipaksakan terhadap kamu itu tidak sesuai dengan kemampuan kamu; misalnya kamu mempunyai kekurangan fisik, intelektual, dan lain sebagainya.
   Sangat sedih bukan?
   Apabila kita dipaksa untuk melakukan suatu hal yang kita tidak mampu, tetapi orangtua / siapapun itu, dengan dalih demi kebaikan kita, memaksakan hal tersebut terhadap kita. Memang sulit, untuk menentukan apa yang terbaik untuk diri kita sendiri, tetapi percayalah, orang lain itu hanya tahu diri kita, dari apa yang terlihat dari 'luar' saja.

  Yang jelas tidak ada yang lebih mengenal diri kita lebih dalam, selain diri kita sendiri. Benarkah?

   Percayalah atas dirimu & keputusan mu sendiri, memang benar apa  yang menurut kita benar, belum tentu yang terbaik.
   Akan tetapi setidaknya kita telah belajar dan berani untuk menentukan tujuan hidup kita, akan jadi apa kita kedepannya, dan untuk apa?

   Tentu saja yang akan mengetahui jawabannya adalah diri kita sendiri. Karena diri kita sendiri lah yang lebih tau dan mengerti seperti apa dan bagaimana diri kita yang sebenarnya.

   Toh yang akan menjalani kehidupan kita kedepannya adalah diri kita sendiri bukan?

   Jangan buat dirimu menyesal, atas apa yang kamu lakukan hari ini. =))

   Semangat!

Monday, February 25, 2013

Posted by Unknown On 9:16:00 PM


Sebuah kisah dalam perbincangan antara Matahari, dengan sebuah Lilin kecil.

Suatu ketika sang Matahari yang hebat, menyombongkan diri terhadap sebuah Lilin kecil.

`Matahari  : "Akulah yang terhebat, tak ada yang mampu menandingi terangnya sinarku...!!!"
`Lilin        : "Sinarmu memang yang terhebat, tak ada yang mampu menandingimu, tapi kau lupa akan 1 hal...!!!"
`Matahari : "Apa itu...???"
`Lilin        : "Disaat malam tiba, mampukah kau terangi seluruh manusia...??? Tahukah kamu mengapa manusia kadang malas, atau memakai pelindung ketika keluar ruangan disaat dirimu hadir...?" (sinarmu menyakiti mereka...)
Coba lihat mereka yang masih kecil, dikala hujan tiba dan awan kelabu membuat sinarmu tenggelam, mereka tertawa, mereka gembira... Sadarkah kamu akan hal itu...???"

Aku memang sebuah lilin lemah, sinarku tak sehebat dirimu...
Tapi... dikala malam gelap gulita, mereka mencariku, dan ketika sinarku tiba, Aku dapat melihat dari dekat wajah mereka tanpa menyakitinya...!!!

Aku tahu... Aku tidaklah bertahan lama, namun aku bangga bisa menjaga mereka, menuntun mereka berjalan dalam kegelapan dengan sinarku...
Aku tau mereka mencintaiku...
Aku tau mereka kadang melupakanmu...
Namun dikala yang lain tak mampu, mereka pasti mencariku dan Aku dapat melihat kebahagiaan di raut wajah mereka...!!!"

`Matahari : "Maafkan aku teman kecilku, aku sadar... Meski sinarku yang terhebat, namun aku tak berguna jika aku menyakiti mereka, Aku mengakuinya teman kecilku... Terima kasih teman kau telah buatku sadar dan mengerti...!!!

`Lilin        : " :) "

"Sehebat apapun Kita, Tidak akan berguna kalau Kita menyombongkan diri dan hanya bisa menyakiti orang lain..."


Thursday, December 27, 2012

Posted by Unknown On 10:08:00 PM

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim
Sungguh seorang wanita adalah cantik.
Kecantikan seorang istri mengisikan kekosongan keteduhan dalam jiwa dan hati suami.
Dia adalah peneduh yang tiada dapat terbeli dengan hitungan rupiah, kecuali hanya dengan kemuliaan sebuah mahar.

Kecantikan seorang istri bukan hanya terletak di atas sebuah kulit ari. Lebih dalam lagi, makhluk yang berada disekitarnya pun dapat merasakan kelembutan anugrah Allah yang ada dalam calon bidadari surga itu.Dia terpancar dalam Keikhlasan pengabdian, keteduhan jiwa, kelembutan hati, tunduknya mata, halusnya ucapan, serta keindahan perilaku.

Kecantikan seorang istri terletak dalam imannya. Dia sadar dan mengerti untuk apa dia hidup, dan dia mengerti mengapa dan kepada siapa dia harus mengabdi.

Kecantikan seorang istri terletak pada lidahnya, yaitu ketika dia dapat meredam galau, amarah dan kesedihan sang suami dengan kata- kata indah yang menyejukkan hati. Kebutuhan batin akan ketenangan sang suami dalam hebatnya deraan cobaan hidup telah terpenuhi. Dan semua terasa istimewa ketika hal itu justru didapatkannya dari separoh jiwanya yang sangat mengerti, bahkan mungkin dari pada dirinya sendiri. Kecerdasan belahan hatinya tersebut dalam mengatur kata dan kepintarannya dalam membaca situasi hati sang suami agar selalu tenang, menjadikannya "hadiah" yang tak ternilai.

Kecantikan seorang istri adalah dari penerimaannnya. Keridhoaannya terhadap apa yang digariskan Allah sang maha pengatur dalam menerima suami apa adanya, serta bagaimana dia merawat serta telaten dalam menyiasati kekurangan sang suami agar tersimpan rapi hanya sebagai aibnya saja, menjadikannya penasehat kepercayaan sang nahkoda rumah tangga.

Kecantikan seorang istri terletak pada tangannya. Dengan tuntunan hati yang hanya karena Allah, dia menjadikan tangannya bukan hanya sebagai pemegang kekuasaan dan ratu dirumah, namun dia juga dapat merengkuh semua yang ada didalamnya, dalam kedamaian yang tak dapat terukur dan terbeli dengan apapun.
Kecantikan seorang istri terletak di matanya. Kelembutan pandangan saat berada diantara keluarga dan atau ketika dia berhadapan dengan sesama makhluk menjadikan dia peneduh serta perwujudan kasih sayang Allah yang maha rahman.

Kecantikan seorang istri terletak pada seberapa besar dia dapat menjaga rasa malunya. Dia tahu caranya menutup aib yang memang sudah tertutup rapi disimpan oleh Allah. Dia paham caranya agar tidak merusak kecantikannya sendiri dengan kata- kata kasar dan rendahan. Dihindarinya membuat mati rasanya sang suami dengan semua kerewelan dan tuntutan yang tidak wajar. Disimpannya dengan rapi karunia bakat genit, kemolekan tubuh dan kemanjaan sikap dan dipersembahkan kepada yang paling berhak yaitu suami.

Kecantikan wanita terletak dalam kebijaksanaannya. Seorang istri memang mempunyai kodrat sangat brlebihan dalam mencintai dan membenci, yang lantas kadang tidak mengenal pertengahannya, namun dia masih bisa bersikap dengan santun dalam logika. Dunia semakin damai saat dia tidak mengumbar air mata dengan dalih kodrat wanita. Tapi laporan kepenatan hanya teruntuk kepada Sang Maha Menyelesaikan. 

Kecantikan seorang istri terletak dalam kesabarannya. Dia mendidik diri agar tidak menjadi sebagai sebuah cobaan bagi keluarga, khususnya sang suami. Kesabarannya menuntunnya untuk tidak mengumbar amarah dan kerapuhan perasaan disembarang telinga. Kesabarannya juga terwujud dalam kesehariannya, yang menjadikan hari- hari adalah berkah untuk sang suami. Mengalahnya adalah untuk ketenangan, dan kemenangannya adalah untuk kebahagiaan, bukan hanya untuk diri dan sesamanya, namun juga untuk semua makhluk yang ada disekitarnya. Menjadi pelayan bagi sang suami adalah sebuah keridhoaan, dan istri yang "cantik" sangat menyadari bahwa dirinya akan terlayani oleh kebaikan Dari Allah sebagai upahnya. 

Kecantikan seorang wanita terletak pada kejujurannya. Ketepatan kata- kata dengan kenyataan tanpa harus menyuguhkan konflik baru menjadikannya cantik dengan jujur, sangat alami dan apa adanya.

Subhanallah betapa wanita itu indah. Dan kecantikan abadi sang istri itu adalah tentang jiwanya. Keikhlasannnya mengabdi kepada suami hanya karena Allah yang tercermin dalam fisik, tutur kata, sikap, dan perilaku. Bahkan Allah pun tersenyum melihat seorang hambanya yang sedemikian cantik sehingga dia pantas dikategorikan sebagai bidadari surga kelak. Kecantikannya menuntun sang suami dengan sadar dan sepenuh hati berkata " alhamdulillah, aku bersyukur mempunyai istri secantik dirimu"


Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan
Barakallahufikum
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci.